Pages

Saturday, June 21, 2014

PEMIKIRAN POLITIK 1945-1965

Tanggapan terhadap pernyataan Herbert Feith dalam buku “Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965”
kebetulan kemarin dapet tugas dari dosen ilmu politik buat ngasih tanggapan mengenai pernyataan Herbert Feith dalam buku “Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965
             Pada priode 1945-1965 dalam buku “Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965” di jelaskan bahwa sang penulis, Herbert Feith dan Lance Castles mengklasifikasikan aliran pemikiran partai politik menjadi lima aliran, yakni: Nasionalisme Radikal, Tradisionalisme Jawa, Islam, Sosialisme Demokratis dan Komunisme.
            Kemudian penulis menjelaskan bahwa pada awal kemerdekaan, orang Indonesia umumnya berpendapat bahwa hanya ada tiga aliran politik, yaitu Nasionalisme, Islam dan Marxisme yang menjadi tiga rumpun ideologi utama yang menaungi seluruh organisasi politik yang ada di Indonesia. Pengelompokan partai berdasarkan tiga aliran politik diatas, adalah, Partai agama atau yang disebut Islam diatas tadi, mencakup partai Protestan, partai Katolik serta partai Islam itu sendiri. Kemudian, partai-partai Marxis dalam kategori ini mencakup Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang mewakili tradisi sosialisme demokratis, serta Partai Murba. Kelompok partai nasionalis mencakup PNI yang nasionalis-radikal dan Partai Indonesia Raya (PIR). Namun, setelah terbentuk koalisi dan status resmi pada ketiga golongan tersebut yaitu NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis), mengimplikasikan bahwa masih ada pengelompokan keempat, yaitu partai yang selain dari tiga pengelompokan tadi, seperti Masyumi dan PSI (Partai Sosialis Indonesia) yang termasuk partai-partai terlarang karena menentang ide Demokrasi Terpimpin. Selain alasan menentang Demokrasi Terpimpin, Masyumi tergolong partai-partai terlarang karena menolak berkerjasama dengan PKI dan menentang keras Komunis karena berideologi Islam sehingga menolak adanya NASAKOM.
            Tetapi tidak dapat disangkal bahwa keempat partai yang secara ideologi jelas-jelas menonjol yaitu partai PNI, PKI, Masyumi dan NU, sebagai partai terbesar sewaktu Pemilihan Umum pada tahun 1955, hal ini dapat ditunjukkan dengan banyaknya suara yang di dapat melebihi partai-partai lain mana pun, oleh karenanya mengakibatkan banyak orang beranggapan bahwa ideologi Indonesia terbagi menjadi empat. Akhirnya, terdapat dua aliran pemikiran yang terpenting, yaitu Tradisionalisme Jawa dan Sosialisme Demokratis, yang tidak terlalu terpancar dalam salah satu dari keempat partai utama tersebut, meskipun masing masing masih mendapat pengaruh dari aliran pemikiran politik Tradisionalis Jawa dan Sosialisme Demokratis. Dari penjelasan ini dapat dilihat alasan mengapa penulis menyatakan bahwa terdapat lima aliran pemikiran, tidak seperti apa yang di katakan oleh Soekarno pada 1926. Berikut adalah kelima aliran pemikiran dan penjelasnnya:
1.    Komunisme
Komunis mengambil konsep-konsep langsung maupun tidak langsung dari Barat, sekalipun mereka menggunakan himbauan-himbauan abangan tradisional dan yang sejenis. Yang di maksud abangan tradisional disini di ambil dari teori Greetz mengenai stratifikasi sosial berdasarkan kepercayaan yang ada pada masyarakat jawa. Oleh karena itu dapat disimpulkan pula bahwa setiap aliran bersinggungan dengan aliran lainnya, hal ini dapat di lihat bahwa komunisme masih bersinggungan dengan aliran pemikiran Tradisonalis Jawa walaupun hanya sedikit, dan sangatlah bersebrangan dengan aliran pemikiran Islam. Hal ini dapat dilihat dari bagan yang di buat penulis dalam bukunya. Aliran ini muncul dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).
2.    Sosialisme Demokratis
            Aliran Sosialis Demokratis juga mengambil inspirasi dari pemikiran barat tetapi aliran ini kurang berhasil dalam usaha menempatkan diri di kalangan massa. Walaupun kurang suara dalam pemilihan umum tetap saja tidak dapat dipungkiri bahwa Sosialisme Demokratis juga andil besar dalam pembentukan partai-partai yang beraliran lain, karena dapat mempengaruhi pemimpin partai tersebut terutama partai Masyumi dan PNI. Aliran ini muncul dalam Partai Sosialis Indonesia (PSI).
3.    Islam
            Aliran pemikiran Islam terbagi menjadi dua kelompok yang bertentangan yaitu Masyumi yang merupakan kelompok reformis yang aktif berpolitik yang mencakup aliran modernis maupun fundamentalis,  hal ini dapat dilihat dari bagan yang dibuat oleh penulis bahwa masyumi lebih terpengaruh dengan aliran pemikiran Sosialis demokratis, sedangkan Nahdatul Ulama (NU) merupakan kelompok yang  Tradisional dan konservatif (dan bersifat lebih Jawa), oleh karena itu dapat dilihat dari bagan bahwa Nahdatul Ulama lebih terpengaruh dengan aliran pemikiran politik Tradisionalisme Jawa.

4.     Nasionalisme Radikal
            aliran yang muncul sebagai respon terhadap kolonialisme, dari bagan yang di buat oleh penulis dapat dilihat bahwa aliran Nasionalisme Radikal lah yang mencakup kepada semua aliran baik Komunisme, Tradisionalisme Jawa, Sosialisme Demokrat dan Islam. Nasionalisme Radikal memiliki faktor yang dapat digunakan sebagai pemersatu rakyat dengan alasan aliran tersebut secara tidak langsung telah terikat dengan masing-masing aliran dan tidak memiliki aliran yang bersebrangan, seperti yang terdapat pada aliran komunis dan aliran Islam. Aliran ini berpusat pada Partai nasionalis Indonesia (PNI).
5.    Tradisionalisme Jawa
            Penganut tradisi-tradisi Jawa. Pemunculan aliran ini agak kontroversial karena aliran ini tidak muncul sebagai kekuatan politik formal yang kongkret, melainkan sangat mempengaruhi cara pandang para pemimpin-pemimpin partai yang menganut aliran lain. Memang benar tidak ada satu pun organisasi massa yang muncul untuk mendukung ide-ide ini. Hanya organisasi PIR (Partai Indonesia Raya), yang paling dekat mencerminkan ide-ide dari aliran Tradisional Jawa.

Berdasarkan apa yang telah di jelaskan diatas dapat dipahami, sisi mana yang menjadi kekurangan Herbert Feith dalam membahas aliran pemikiran politik di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari cara Herbert Feith membagi aliran pemikiran politik, ia tidak menyinggung aliran yang berasal dari partai-partai lainnya, walaupun partai-partai lain selain empat partai diatas merupakan partai-partai kecil tapi partai tersebut pasti tidak semuanya memiliki aliran pemikiran politik yang sama dengan keempat partai besar tersebut. Bagaimana dengan partai non Islam, apakah sama antara aliran pemikiran politik Islam dengan agama lainnya? Tentu saja tidak. Penulis tidak menyinggung hal tersebut jika dilihat secara lebih rinci dalam aliran pemikiran politik Islam saja masih terdapat dua pengelompokan padahal sama-sama berbasis Islam. Dan penulis juga tidak menyinggung partai yang bersifat kesukuan, ia hanya menitik beratkan pada Jawa saja, padahal masih ada partai-partai yang berasal dari suku lain, seperti sunda.
            Pada jaman sekarang ini aliran pemikiran partai politik menurut Herbert telah ada beberapa perubahan, dua atau tiga diantaranya lenyap atau menjadi marjinal dalam wacana politik yang penting. Dengan adanya penumpasan PKI pada tahun 1966, maka pemikiran Komunis pada umumnya telah menghilang dari pembicaraan politik publik terutama pada jaman Orde Baru yang merupakan hal tabu untuk di bicarakan pada masa kepemimpinan presiden Soeharto tersebut. Namun, pemikiran tersebut masih terus diungkapkan oleh berbagai penerbit asing, itupun hanya membahas mengenai represi yang dialami oleh sisa-sisa PKI di Indonesia.
Tidak hanya Komunisme, Nasionalisme Radikal pun telah surut masa kejayaannya. Hal ini disebabkan karena adanya paksaan dari luar, sejumlah besar aktivis PNI sayap kiri yang telah ditumpas dari kehidupan masyarakat. Meskipun demikian, masih banyak pemikiran-pemikiran pokok Nasionalisme Radikal yang tetap bertahan dalam masyarakat. Rumusan anti-Imperialisme dan anti-ketergantungan menjadi populer sekali semenjak adanya aliran pemikiran politik Nasionalis Radikal terutama di kalangan mahasiswa anti-pemerintah. Biasanya aliran pemikiran politik Nasioalisme Radikal dikaitkan dan melekat pada masa kekuasaan presiden Soekarno dalam memimpin Indonesia.
            Aliran yang menunjukkan kesinambungan dan tak pernah lenyap ideologinya hingga sekarang ini adalah aliran pemikiran politik Islam, Namun tetap ada perbedaan aliran pemikiran politik Islam pada 1945-1965 dengan saat ini, yaitu timbulnya tema-tema baru dari kalangan Nahdatul Ulama (NU). Tema-tema tersebut adalah sifat progresif dan keterbukaan sosial Abdurrahman Wahid serta komentar politik yang tajam dan kocak dari Mahbub Djunaidi. Dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid menjadi ketua pengurus besar pada tahun 1984, NU dapat dikatakan telah memperoleh wajah Islam yang modern.
            Dua aliran terakhir, Tradisionalisme Jawa dan Sosialisme demokratis, tidaklah lenyap dalam suatru aliran pemikiran politik tapi hanya terdapat beberapa modifikasi. Seperti Sosialisme Demokrat yang menciptakan unsur developmentalis yang erat kaitannya dengan pengertian –pengertian professional dan teknokratis tentang pembangunan ekonomi dan ketidak senangannya terhadap populisme, komunisme dan fanatisme agama, melalui unsur developmentalis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa karennya mengakibatkan aliran pemikiran politik yang lebih menekankan pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Sedangkan pada aliran pemikiran politik yang terakhir, yaitu Tradisionalisme Jawa lebih ke unsur integralis, dalam hal apapun orang-orang yang memahami aliran pemikiran politik Tradisional Jawa tetap saja berpegang teguh dengan kejawaannya.


PEMIKIRAN POLITIK 1945-1965

Tanggapan terhadap pernyataan Herbert Feith dalam buku “Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965”
kebetulan kemarin dapet tugas dari dosen ilmu politik buat ngasih tanggapan mengenai pernyataan Herbert Feith dalam buku “Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965
             Pada priode 1945-1965 dalam buku “Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965” di jelaskan bahwa sang penulis, Herbert Feith dan Lance Castles mengklasifikasikan aliran pemikiran partai politik menjadi lima aliran, yakni: Nasionalisme Radikal, Tradisionalisme Jawa, Islam, Sosialisme Demokratis dan Komunisme.
            Kemudian penulis menjelaskan bahwa pada awal kemerdekaan, orang Indonesia umumnya berpendapat bahwa hanya ada tiga aliran politik, yaitu Nasionalisme, Islam dan Marxisme yang menjadi tiga rumpun ideologi utama yang menaungi seluruh organisasi politik yang ada di Indonesia. Pengelompokan partai berdasarkan tiga aliran politik diatas, adalah, Partai agama atau yang disebut Islam diatas tadi, mencakup partai Protestan, partai Katolik serta partai Islam itu sendiri. Kemudian, partai-partai Marxis dalam kategori ini mencakup Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang mewakili tradisi sosialisme demokratis, serta Partai Murba. Kelompok partai nasionalis mencakup PNI yang nasionalis-radikal dan Partai Indonesia Raya (PIR). Namun, setelah terbentuk koalisi dan status resmi pada ketiga golongan tersebut yaitu NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis), mengimplikasikan bahwa masih ada pengelompokan keempat, yaitu partai yang selain dari tiga pengelompokan tadi, seperti Masyumi dan PSI (Partai Sosialis Indonesia) yang termasuk partai-partai terlarang karena menentang ide Demokrasi Terpimpin. Selain alasan menentang Demokrasi Terpimpin, Masyumi tergolong partai-partai terlarang karena menolak berkerjasama dengan PKI dan menentang keras Komunis karena berideologi Islam sehingga menolak adanya NASAKOM.
            Tetapi tidak dapat disangkal bahwa keempat partai yang secara ideologi jelas-jelas menonjol yaitu partai PNI, PKI, Masyumi dan NU, sebagai partai terbesar sewaktu Pemilihan Umum pada tahun 1955, hal ini dapat ditunjukkan dengan banyaknya suara yang di dapat melebihi partai-partai lain mana pun, oleh karenanya mengakibatkan banyak orang beranggapan bahwa ideologi Indonesia terbagi menjadi empat. Akhirnya, terdapat dua aliran pemikiran yang terpenting, yaitu Tradisionalisme Jawa dan Sosialisme Demokratis, yang tidak terlalu terpancar dalam salah satu dari keempat partai utama tersebut, meskipun masing masing masih mendapat pengaruh dari aliran pemikiran politik Tradisionalis Jawa dan Sosialisme Demokratis. Dari penjelasan ini dapat dilihat alasan mengapa penulis menyatakan bahwa terdapat lima aliran pemikiran, tidak seperti apa yang di katakan oleh Soekarno pada 1926. Berikut adalah kelima aliran pemikiran dan penjelasnnya:
1.    Komunisme
Komunis mengambil konsep-konsep langsung maupun tidak langsung dari Barat, sekalipun mereka menggunakan himbauan-himbauan abangan tradisional dan yang sejenis. Yang di maksud abangan tradisional disini di ambil dari teori Greetz mengenai stratifikasi sosial berdasarkan kepercayaan yang ada pada masyarakat jawa. Oleh karena itu dapat disimpulkan pula bahwa setiap aliran bersinggungan dengan aliran lainnya, hal ini dapat di lihat bahwa komunisme masih bersinggungan dengan aliran pemikiran Tradisonalis Jawa walaupun hanya sedikit, dan sangatlah bersebrangan dengan aliran pemikiran Islam. Hal ini dapat dilihat dari bagan yang di buat penulis dalam bukunya. Aliran ini muncul dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).
2.    Sosialisme Demokratis
            Aliran Sosialis Demokratis juga mengambil inspirasi dari pemikiran barat tetapi aliran ini kurang berhasil dalam usaha menempatkan diri di kalangan massa. Walaupun kurang suara dalam pemilihan umum tetap saja tidak dapat dipungkiri bahwa Sosialisme Demokratis juga andil besar dalam pembentukan partai-partai yang beraliran lain, karena dapat mempengaruhi pemimpin partai tersebut terutama partai Masyumi dan PNI. Aliran ini muncul dalam Partai Sosialis Indonesia (PSI).
3.    Islam
            Aliran pemikiran Islam terbagi menjadi dua kelompok yang bertentangan yaitu Masyumi yang merupakan kelompok reformis yang aktif berpolitik yang mencakup aliran modernis maupun fundamentalis,  hal ini dapat dilihat dari bagan yang dibuat oleh penulis bahwa masyumi lebih terpengaruh dengan aliran pemikiran Sosialis demokratis, sedangkan Nahdatul Ulama (NU) merupakan kelompok yang  Tradisional dan konservatif (dan bersifat lebih Jawa), oleh karena itu dapat dilihat dari bagan bahwa Nahdatul Ulama lebih terpengaruh dengan aliran pemikiran politik Tradisionalisme Jawa.

4.     Nasionalisme Radikal
            aliran yang muncul sebagai respon terhadap kolonialisme, dari bagan yang di buat oleh penulis dapat dilihat bahwa aliran Nasionalisme Radikal lah yang mencakup kepada semua aliran baik Komunisme, Tradisionalisme Jawa, Sosialisme Demokrat dan Islam. Nasionalisme Radikal memiliki faktor yang dapat digunakan sebagai pemersatu rakyat dengan alasan aliran tersebut secara tidak langsung telah terikat dengan masing-masing aliran dan tidak memiliki aliran yang bersebrangan, seperti yang terdapat pada aliran komunis dan aliran Islam. Aliran ini berpusat pada Partai nasionalis Indonesia (PNI).
5.    Tradisionalisme Jawa
            Penganut tradisi-tradisi Jawa. Pemunculan aliran ini agak kontroversial karena aliran ini tidak muncul sebagai kekuatan politik formal yang kongkret, melainkan sangat mempengaruhi cara pandang para pemimpin-pemimpin partai yang menganut aliran lain. Memang benar tidak ada satu pun organisasi massa yang muncul untuk mendukung ide-ide ini. Hanya organisasi PIR (Partai Indonesia Raya), yang paling dekat mencerminkan ide-ide dari aliran Tradisional Jawa.

Berdasarkan apa yang telah di jelaskan diatas dapat dipahami, sisi mana yang menjadi kekurangan Herbert Feith dalam membahas aliran pemikiran politik di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari cara Herbert Feith membagi aliran pemikiran politik, ia tidak menyinggung aliran yang berasal dari partai-partai lainnya, walaupun partai-partai lain selain empat partai diatas merupakan partai-partai kecil tapi partai tersebut pasti tidak semuanya memiliki aliran pemikiran politik yang sama dengan keempat partai besar tersebut. Bagaimana dengan partai non Islam, apakah sama antara aliran pemikiran politik Islam dengan agama lainnya? Tentu saja tidak. Penulis tidak menyinggung hal tersebut jika dilihat secara lebih rinci dalam aliran pemikiran politik Islam saja masih terdapat dua pengelompokan padahal sama-sama berbasis Islam. Dan penulis juga tidak menyinggung partai yang bersifat kesukuan, ia hanya menitik beratkan pada Jawa saja, padahal masih ada partai-partai yang berasal dari suku lain, seperti sunda.
            Pada jaman sekarang ini aliran pemikiran partai politik menurut Herbert telah ada beberapa perubahan, dua atau tiga diantaranya lenyap atau menjadi marjinal dalam wacana politik yang penting. Dengan adanya penumpasan PKI pada tahun 1966, maka pemikiran Komunis pada umumnya telah menghilang dari pembicaraan politik publik terutama pada jaman Orde Baru yang merupakan hal tabu untuk di bicarakan pada masa kepemimpinan presiden Soeharto tersebut. Namun, pemikiran tersebut masih terus diungkapkan oleh berbagai penerbit asing, itupun hanya membahas mengenai represi yang dialami oleh sisa-sisa PKI di Indonesia.
Tidak hanya Komunisme, Nasionalisme Radikal pun telah surut masa kejayaannya. Hal ini disebabkan karena adanya paksaan dari luar, sejumlah besar aktivis PNI sayap kiri yang telah ditumpas dari kehidupan masyarakat. Meskipun demikian, masih banyak pemikiran-pemikiran pokok Nasionalisme Radikal yang tetap bertahan dalam masyarakat. Rumusan anti-Imperialisme dan anti-ketergantungan menjadi populer sekali semenjak adanya aliran pemikiran politik Nasionalis Radikal terutama di kalangan mahasiswa anti-pemerintah. Biasanya aliran pemikiran politik Nasioalisme Radikal dikaitkan dan melekat pada masa kekuasaan presiden Soekarno dalam memimpin Indonesia.
            Aliran yang menunjukkan kesinambungan dan tak pernah lenyap ideologinya hingga sekarang ini adalah aliran pemikiran politik Islam, Namun tetap ada perbedaan aliran pemikiran politik Islam pada 1945-1965 dengan saat ini, yaitu timbulnya tema-tema baru dari kalangan Nahdatul Ulama (NU). Tema-tema tersebut adalah sifat progresif dan keterbukaan sosial Abdurrahman Wahid serta komentar politik yang tajam dan kocak dari Mahbub Djunaidi. Dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid menjadi ketua pengurus besar pada tahun 1984, NU dapat dikatakan telah memperoleh wajah Islam yang modern.
            Dua aliran terakhir, Tradisionalisme Jawa dan Sosialisme demokratis, tidaklah lenyap dalam suatru aliran pemikiran politik tapi hanya terdapat beberapa modifikasi. Seperti Sosialisme Demokrat yang menciptakan unsur developmentalis yang erat kaitannya dengan pengertian –pengertian professional dan teknokratis tentang pembangunan ekonomi dan ketidak senangannya terhadap populisme, komunisme dan fanatisme agama, melalui unsur developmentalis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa karennya mengakibatkan aliran pemikiran politik yang lebih menekankan pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Sedangkan pada aliran pemikiran politik yang terakhir, yaitu Tradisionalisme Jawa lebih ke unsur integralis, dalam hal apapun orang-orang yang memahami aliran pemikiran politik Tradisional Jawa tetap saja berpegang teguh dengan kejawaannya.


Media Sosial

PERANAN PERKEMBANGAN  MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Makalah


 









                                    Disusun oleh:




PROGRAM MAGISTTER PENDIDIKAN IPS


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
 PASUNDAN CIMAHI
2014
 BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
 Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

1.2.   Sejarah Jejaring Sosial
Sejak komputer dapat dihubungkan satu dengan lainnya dengan adanya internet banyak upaya awal untuk mendukung jejaring sosial melalui komunikasi antar komputer.
 Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook, pesaing yang tumbuh dengan cepat.
 Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.









BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1.   Layanan Jejaring Sosial
Banyak layanan jejaring sosial berbasiskan web yang menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat suara, share file, blog, diskusi grup, dan lain-lain. Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata dirinya. Pengguna dapat meng-upload foto dirinya dan dapat menjadi teman dengan pengguna lainnya. Beberapa jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat saling sharing didalamnya. Macam-macamnya sebagai berikut:

a)      Facebook
Pengertian facebook menurut wikipedia berbahasa indonesia adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School.

Atau dapat juga diartikan facebook adalah sebuah web jejaring sosial yang didirikan oleh mark zuckerberg dan diluncurkan pada 4 Februari 2004 yang memungkinkan para pengguna dapat menambahkan profil dengan foto, kontak, ataupun informasi personil lainnya dan dapat bergabung dalam komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya.
Bagi yang sudah mempunyai account facebook, untuk mulai beraktifitas di facebook dan berinteraksi dengan pengguna lain kita musti masuk/login terlebih dahulu via halaman facebook login. Sedang bagi pengguna baru / belum pernah daftar sebelumnya, tentu diwajibkan untuk mendaftar dahulu supaya mendapatkan account facebook baru. Caranya bisa dilihat di artikel sebelumnya cara membuat facebook. Kita tinggal memasukkan username(nama pengguna), alamat email, kata sandi, tanggal lahir, dsb seperti yang diminta di form registrasi dilanjutkan dengan langkah-langkah seperti yang diminta, mudah kok. Lalu, bagaimana untuk yang belum punya email, apakah bisa mendaftar facebook? Bisa, tapi harus buat email dulu.

Sejarah facebook berawal ketika Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School membuat situs jejaring sosial facebook. Yang pada mulanya pengunaannya hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sampai akhirnya, pada September 2006 Facebook mulai membuka pendaftaran bagi siapa saja yang memiliki alamat email. Pada waktu itu jumlah pengguna facebook terus bertambah. Sampai beberapa perusahaan besar seperti friendster, Viacom, bahkan Yahoo tertarik untuk membeli/mengakuisisi facebook. Tapi semua tawaran tersebut ditolak oleh Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook meskipun harga yang ditawarkan terbilang fantastis. Friendster menawar 10 juta US dollar, Viacom 750 juta US dollar, dan yahoo 1 Milyar US dollar.

Pada akhirnya, langkah yang diambil zuckerberg tersebut sangatlah tepat karena facebook terus berkembang dan pada 2007 terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Sampai pada 2009, penghasilan facebook mencapai nominal 800 juta US dollar. Malahan di tahun 2010 ini ditaksir angka itu akan melambung mencapai lebih dari 1 Milyar US dollar, wow. Yang mana sumbernya ditaksir dari hasil periklanan. Untuk jumlah pengguna, di tahun 2010 ini, menurut sumber terbaru yang saya baca sudah melebihi angka 500 juta user. Sangat fantastis!

b)      Twitter
Setelah kita mengenal Friendster, Facebook, Myspace dan situs jejaring sosial lainnya, Twitter seakan menyeruak hadir dengan format yang berbeda. Konsep yang diusung oleh Twitter adalah menyebarkan informasi pesan secara singkat, padat dan real time di dalam kalimat kurang dari 140 karakter kepada pembacanya diseluruh dunia.
Pengguna Twitter dapat menyebarkan informasi pesan singkat melalui beberapa cara, bisa melalui situs Twitter sendiri, melalui SMS, atau melalui aplikasi Twitter lainnya seperti Twirl, Snitter, atau Twitterfox yang merupakan aplikasi tambahan untuk browser Firefox. Karena kandungan pesan yang singkat, Twitter dimasukkan dalam kategori mikroblog, yaitu sebuah media online yang memungkinkan penggunanya menuliskan informasi pesan secara singkat. Panjang pesan tersebut biasanya kurang dari 200 karakter.
Ide pembuatan media online Twitter adalah berawal dari pertanyaan sepele yaitu “Apa yang teman-teman lakukan saat ini ?”. Maka Twitter berupaya menjembatani pertanyaan tersebut kepada penggunanya dengan kembali bertanya “What are you doing?”. Jawaban itu akan disebarluaskan oleh Twitter melalui fasilitas antarmuka (dashboard) penggunanya. Twitter juga menyediakan aplikasi antarmuka tersebut tampil di website/blog penggunanya.
Jika layanan pesan berbasiskan SMS hanya mampu mengirimkan informasi kepada pengguna yang dikenal, maka Twitter bisa digunakan sebagai sarana penyebar informasi kepada semua orang baik yang dikenal maupun tidak, untuk memberitahukan keberadaan penggunanya. Penyampaian pesan dalam Twitter umumnya tanpa berharap mendapatkan balasan/respon dari pembacanya.
Contoh untuk urusan sosial, Twitter mampu memberikan informasi cepat tentang keberadaan kita atau yang akan kita lakukan. Misal “Aku mau makan malam ikan bakar nih, kalau ada yang mau ikut, nyusul aja ke Jl. Anu”. Orang lain yang menjadi pengikut Twitter kita akan mengetahui berita tersebut dan respon akan tercipta
Untuk urusan bisnis, Twitter bisa dijadikan alat untuk mengumumkan kabar terbaru atau posting blog terbaru dari sebuah perusahaan bahkan berinteraksi dengan konsumen. Twitter juga memudahkan kolaborasi internal dan komunikasi dalam sebuah kelompok.
Saat ini, layanan Twitter banyak digunakan oleh berbagai kalangan, baik itu pemerintah (misal Israel), organisasi (misal NASA), politikus (misal Barack Obama), selebritis misal Ashton Kutcher dengan nama akun aplusk, Samantha Ronson dengan nama akun jackdaniels9, Pete Wentz dengan nama akun ztnewetep, John Mayer dengan nama akun johncmayer, dan Demi Moore dengan nama akun mrskutcher. Mereka semua begitu rajin meng-update apa yang sedang mereka lakukan beberapa menit sekali.
Bali Orange juga menggunakan Twitter untuk memberikan status pelayanan secara real time baik itu kepada pelanggannya maupun kepada pengunjung website. Status informasi terkini kami tampilkan di website maupun blog ini.

c)      Friendster
            Friendster adalah sebuah situs untuk melihat seluruh orang secara manual, dimana di situs itu berguna untuk melihat melihat teman-teman seperkenalan kita, baik yang pernah bertemu atau tidak. Dan juga friendster itu bisa meletakkan profile ( bioadata, fhoto, dsb ).
Untuk bisa menjadi anggota di Friendster tersebut. Terlebih dahulu kita harus punya E-mail. Jadi, nah kalo misalkan kita tidak memiliki E-mail, berarti kita harus mendaftar. Tapi jika sudah memiliki E-mail, berarti kita tinggal mendaftar secara langsung tanpa harus memikirkan lagi E-mail apa yang harus dimasukkan.
Kita tentu tak asing lagi dengan kata Friendster. Nama tersebut telah lama melekat di benak pengguna internet, khususnya mereka yang gemar mencari teman dan membangun jaringan pertemanan di dunia maya. Demikian populernya, hingga mendorong berbagai content provider untuk menghadirkan situs layanan serupa. Jadi, jangan heran kalau saat ini Friendster sudah punya banyak “teman.” Jangan ngaku anak gaul kalau nggak punya account di Friendster.” Begitulah kira-kira komentar para remaja yang telah menjadi anggota Friendster.
Mungkin masih banyak komentar lain -dengan gaya bahasa yang lain lagi- yang intinya sama; ada yang kurang kalau belum jadi anggota Friendster. Sebagian dari Anda mungkin tidak setuju, namun mesti diakui kalau Friendster adalah fenomena baru bagi pengguna internet, yang dapat membentuk komunitas tanpa batas setelah e-mail, mailing list, dan instant messenger. Sebagai salah satu situs pertemanan, Friendster paling banyak diminati di Indonesia. Sementara di Amerika Serikat, kawula mudanya lebih gemar menjalin pertemanan di MySpace. Mari kita telaah layanan-layanan tersebut satu-persatu. Kita mulai dari yang paling akrab dengan kita, Frienster.
Sistem kerja Friendster hampir mirip Multi Level Marketing (MLM). Kalau kita punya teman di Friendster, secara otomatis kita akan masuk dalam jaringan teman kita tersebut. Terus seperti itu, hingga terbentuk satu komunitas besar yang terus berkembang. Yang unik dari Friendster ini, selain diskripsi diri lewat identitas dan foto, layanan ini juga menyertakan testimonial yang diharapkan dapat menggambarkan si empunya account dengan lebih obyektif. Ngomong-ngomong, siapa sih orang di balik kesuksesan Friendster? Friendster yang dikelola perusahaan Friendster Inc. didirikan pada tahun 2002 berkantor pusat di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Pendirinya adalah Jonathan Abrams, yang sekaligus kreator dari Friendster. Jonathan sebelumnya adalah pendiri dan CEO HotLinks. Ia pun pernah menjabat sebagai senior enginering pada perusahaan internet terkenal Netscape dan Nortel. Abrams sendiri adalah lulusan Computer Science dari McMaster University.
Ketika perkembangan Friendster memperlihatkan tanda-tanda kemajuan, pengelolanya mendapat suntikan dana US$ 13 juta dari berbagai investor. Lalu pada Juni 2004 Friendster merekrut seorang profesional bisnis. Dia adalah Scott Sassa, mantan President stasiun televisi NBC Entertainment.
Hingga 2006, pengguna Friendster diperkirakan mencapai 20 juta orang dari berbagai belahan dunia. Namun menurut survei comScore Media Metrix, tahun ini trafik pengunjung Frienster cenderung menurun. Kalau bulan Oktober 2005 Friendster dikunjungi 1,7 juta pengguna internet (unique visitor), maka pada bulan April 2006 pengunjungnya tercatat hanya 1 juta orang.

d)      Mig33
Mig33 Merupakan Aplikasi Chat Berbasis Java. Mig33 adalah komunitas mobile yang menyediakan fasilitas komunikasi dengan teman-teman dan keluarga melalui berbagai macam layanan online di dalam handphone, PC. Dengan mig33,Kita Dapat chating dan mengirim sms, email,menelpon ke luar negeri dengan murah, tukeran foto, komunikasi dengan teman lama dan bahkan saling bertemu

e)      Skype
Skype adalah sebuah aplikasi messenger seperti halnya Yahoo Messenger, MSN Messenger dll, tetapi Skype lebih difokuskan pada layanan voice messenger ketimbang teks sehingga Skype lebih dikenal sebagai aplikasi VoIP (Voice over Internet Protocol) yaitu komunikasi suara melalui protokol Internet.
Dengan demikian kita bisa melakukan panggilan (telepon) antar PC ke PC dengan biaya gratis disamping itu kita juga dapat melakukan panggilan dari PC ke telepon rumah atau panggilan dari PC ke ponsel  atau sebaliknya dengan biaya/tarif yang sangat murah dengan kualitas suara yang sangat bagus. Keterangannya dapat dilihat di situsnya www.skype.com. (Aplikasi tersebut bisa kita download dari situsnya dan cara installnya sangat mudah sekali).
Dengan fasilitas VoIP tersebut kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja diluar sana dengan mudah (dapat langsung dengan suara/ngobrol dengan biaya gratis) atau dengan teks (selain chatting seperti biasa kita juga bisa kirim sms ke ponsel). Komunikasi dapat dilakukan hampir-hampir real time.
Mekanisme real time-nya sendiri adalah saat kita mengirim teks atau suara, penerima dapat menerimanya hampir pada saat yang bersamaan sehingga dua pihak (atau sampai 4 pihak atau lebih (teleconference)) di tempat yang berbeda dapat berkomunikasi dengan baik.
Skype juga menyebabkan dunia telekomunikasi menjadi tidak terbatas, dengan memberikan pilihan bagi para pemakainya untuk mengakses telepon. Skype yang dimasukkan ke dalam alat teknologi seperti ponsel membuat konsumen ponsel dapat melakukan teknologi telepon berbasis internet, dan sudah dimulai oleh motorola.
Dengan memanfaatkan fitur nirkabel, kualitas akses telepon berbasis internet juga sangat mudah dilakukan. Ketika PDA yang didalamnya sudah terinstall aplikasi Skype kemudian terkoneksi dengan salah satu hotspot, sambungan koneksi Skype bisa dilakukan, baik untuk telepon melalui jaringan internet tidak terbayar (gratis) apabila menghubungkan sebuah komputer yang menggunakan Skype, atau tersambung ke ponsel dan telepon rumah bila menggunakan layanan Skype Out yang memberlakukan tarif sangat murah. (Diperjelas : bila dari PDA yang sudah terkoneksi salah satu hotspot, menelepon ke komputer yang ada dirumah biayanya  gratis dan apabila dari PDA menelepon ke ponsel atau telepon rumah maka diberlakukan tarif tapi sangat murah menggunakan layanan Skype Out).
Teman saya yang pernah mengikuti pertukaran pelajar antara ITB dengan Finlandia juga pernah menggunakan layanan yang disediakan oleh Skype. Daripada menelepon lewat ponsel ke telepon rumah yang tarifnya sangat mahal maka teman saya ini memanfaatkan Skype dengan cara menelepon dari komputer ke telepon rumah (dari Finlandia ke Yogyakarta) dan tarifnya sangat murah sekali (kalau saya tidak salah Rp 250 permenit). Cara pembayarannya juga sangat mudah sekali, kita tinggal beli voucher dari situs www.skype.com kemudian dipakai.
Skype memang teknologi yang benar-benar kompleks karena banyak sekali fitur-fitur atau layanan-layanan yang disediakan, selain telepon berbasis internet dengan biaya gratis, juga bisa nonton TV gratis diinternet (saya baca di artikel, belum pernah dicoba sih) dan  merencanakan komunikasi video secara real-time yang merupakan hal yang sangat menarik untuk dunia bisnis, bisa dibayangkan sebuah layanan video yang memungkinkan orang menjual berbagai jenis jasa, seperti konsultasi bisnis melalui Web, atau sebagai sarana alternatif untuk mempertemukan penjual dan pembeli.

2.2.   Manfaat Jejaring Sosial
Tidak selamanya jejaring sosial itu buruk. Tapi juga memiliki manfaat positif kok jika kita menilai dan memanfaatkan secara positif. Inilah beberapa 8 Manfaat Positif Jejaring Sosial.


1.   Mempelopori Gerakan Reformasi dan Revolusi
Baca Lebih Lengkapnya tentang “Facebook dan Twitter Mempermudah Revolusi dan Reformasi.” Memang kedua ini adalah solusi terbaik dalam menyampaikan pendapat.
2.   Menjadikan Orang Lebih Percaya Diri
Sebuah penelitian di Inggris membuktikan. Para pengguna jejaring sosial itu memiliki tingkat kepercaya dirian yang lebih tinggi daripada yang tidak. Karena mereka itu sering mengupload foto-foto yang bergitu narsisi dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
3.   Mempermudah Komunikasi
Yang namanya jejaring sosial itu adalah tempat untuk berkomunikasi. Tapi berkomunikasinya lewat sebuah media yang bernama internet.
4.   Mempermudah Menyampaikan Informasi
Kemungkinan Masa Depan itu adalah Masa yang serba Online dan serba internet. Maka dari itu untuk mempermudah menyampaikan informasi itu ya harus menyampaikannya dari jejaring sosial, karena jejaring sosial itu memiliki trafik kunjungan yang besar.
5.   Bisa Mendapatkan Uang dari Bisnis Online
Dengan jejaring sosial kita juga bisa mendapatkan uang. Misalnya, anda memiliki Twitter yang difollow oleh 100 orang. Saya sarankan anda itu harus menguangkan Twitter anda dengan cara menjadi publisher di revtwt. Karena revtwt akan membayar per klik dari link yang anda promosikan dari tweet anda.
6.   Bisa Mempelajari Bahasa Asing
Yang namanya Jejaring Sosial itu umumnya bersifat internasional dan Bahasa Internasional itu adalah Bahasa Inggris. Dengan menggunakan jejaring sosial itu kita secara tidak langsung akan mempelajari bahasa asing.
7.  Bisa Berekspresi Sebebas-bebasnya
Maksudnya kita itu memiliki  hak dan kewajiban untuk menyampaikan pendapat. Tapi menyampaikan pendapat secara sopan dan berekspresi dengan sopan dan bertanggung jawab. Misalnya, kita membagikan link di akun twitter kita. Tapi link tersebut isinya tentang ilmu pendidikan / hal yang bermanfaat.
8.  Menyelamatkan Kita dari Aksi Kriminal
Ada sebuah kasus bahwa ada seorang facebooker yang selamat dari aksi maling. Pada saat itu ada maling masuk ke rumahnya dan menahan salah satu anggota keluarganya. Lalu dia mengupdate status yang berbunyi “HELPPP!.” Dan banyak temanya yang menanggapinya sebagai guroan tapi akhirnya dia menyakinkan temanya bahwa itu serius. Lalu salah satu temannya menelepon 911 dan polisi langsung ke TKP dan khirnya malin tersebut tertangkap karena maling tersebut belum sempat kabur

2.3.   Dampak Negatif Jejaring Sosial
Teknologi merupakan hal mubah (boleh) yang hukumnya akan menjadi halal jika dipergunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat namun bisa pula menjadi haram ketika teknologi tersebut dipergunakan sebagai media dalam melakukan tindakan yang melanggar aturan Islam. Maka dari itu bagi para orang tua, guru dan para pendidik generasi menjadi sangat urgen dalam memberikan pendidikan terhadap efek negatif internet terutama situs jejaring sosial yang sedang membius jutaan bahkan milyaran umat manusia. Jangan sampai generasi yang akan menjadi generasi penerus khilafah di muka bumi ini justru menjadi generasi yang merugi karena keengganan kita dalam mendidik mereka dan memberikan pemahaman tentang efek negatif jejering sosial sehingga mereka terperosok dan menjadi korban kejahatan dunia maya. Berikut dibawah ini beberapa ulasan singkat tentang efek negatif jejaring sosial terutama situs Facebook dan Twitter bagi anak dan remaja.

1.   Malas
Ini efek negatif yang paling sering ditemukan pada anak atau bahkan bukan hanya anak. Mereka menjadi malas untuk belajar dan beribadah, karena terlalu asyik dengan teman barunya di jejaring sosial. Hingga pada akhirnya meninggalkan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dikerjakan oleh anak.
2.   Egois
Situs jejaring sosial akan membuat anak lebih mementingkan diri sendiri. Anak menjadi tidak sadar dan peduli dengan lingkungan sekitarnya karena waktu mereka dihabiskan didepan internet. Hingga pada akhirnya mengakibatkan anak kurang bahkan tidak berempati dengan lingkungan kehidupan mereka yang sesungguhnya. Kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitarnya menjadi mati terbunuh kesenangannya terhadap teman-temannya di situs jejaring sosial.

3.   Merusak Tata Bahasa
Situs jejaring sosial tidak memiliki aturan baku yang berlaku bagi anak dalam melakukan interaksi dengan temannya disitus jejaring sosial. Tidak ada tata bahasa baku untuk digunakan pada situs jejaring sosial, ini membuat mereka berkomunikasi semau mereka sendiri dengan bahasa mereka sendiri tanpa peduli dengan tata bahasa yang baik dalam berkomunikasi. Hal ini perlahan tapi pasti membunuh kemampuan komunikasi yang baik dan benar seperti yang dilakukannya dalam berinteraksi didunia nyata selain itu juga membunuh keterampilan menulis mereka yang sesuai dengan ejaan yang baku dan benar di sekolah.

4.   Makanan Predator
Situs jejaring sosial ibarat lahan subur bagi para predator internet dalam melakukan kejahatan. Kita tidak pernah tahu apakah teman yang mereka temukan adalah benar-benar orang yang berniat baik untuk berteman, dan kita pun tidak pernah tahu apakah teman tersebut memberikan identitas yang sesungguhnya seperti keadaannya didunia nyata. Ketika seorang anak mempercayai 100% temannya di situs jejaring sosial maka hal ini sangat mungkin membahayakan keadaan anak dari tindak kejahatan baik fisik maupun psikis.

Maka dari itu, bagi para guru, orang tua dan para pendidik generasi, efek negatif situs jejaring sosial haruslah disampaikan kepada anak. Ini berarti pula bahwa para guru, orang tua, dan pendidik haruslah tahu pula apa, siapa dan bagaiamana situs jejaring sosial yang sering dikunjungi anak-anaknya. Bentengilah generasi kita dengan ilmu pengetahuan dan ilmu Islam yang kaffah, agar mereka bisa membentengi diri sendiri disaat mereka terlepas dari pengawasan para orang tua dan gurunya.



BAB III
PENUTUPAN

3.1.  Kesimpulan
Pada pokok pembahasan ini dapat penulis simpulkan beberapa inti pokok dari pembahasan makalah.
1.   Jejaring sosial adalah wadah dimana kita dapat bertemu dengan orang lain yang berbeda tempat, meskipun kita berada pada tempat yang berjark sangat jauh sekalipun.
2.   Jejaring sosial ada beberapa jenis dan keunggulannya masing-masing. Tinggal user ingin memilih yang mana. Yang lebih bermanfaat bagi user.
3.   Jejaring sosial ada dampak positif dan dampak negatifnya. Tergantung user bagaimana memanfaatkan jejaring sosial itu sendiri.








Friday, June 20, 2014

PEMIKIRAN POLITIK INDONESIA PADA TAHUN 1945-1965




Nasionalisme yang  berkembang di Indonesia sekitar tahun 1900-an melahirkan banyak aliran – aliran politik yang menjadi sebuah pemikiran politik modern di Indonesia. Kemunculan nasionalisme di tengah – tengah rakyat Indonesia dipimpin oleh para kaum terpelajar, namunmasih berada dalam suatu kelompok kecil. Kepemimpinan yang berada pada sebuah kelompok kecil ini kemudian berkembang menjadi kelompok dimana ruang lingkupnya lebih luas dan lebih pesat dalam penyebaran pemikirannya, setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945. Kemudian menurut Feith dan Castles (1988) dimana sekitar pada tahun 1950-an untuk pertama kalinya muncul suatu kelompok kaum cendekiawan yang tidak terikat dan bekerja di pinggir – pinggir arena politik. Ketidakterikatan ini justru membuat mereka sangat antusias terhadap politik di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit dari mereka (kaum cendekiawan yang tidak terikat) yang menjadi sumber pemikiran politik pada masa ini.
            Terdapat lima aliran pemikiran politik di Indonesia jika dilihat dari pembagian aliran pemikiran, yakni (1) nasionalisme radikal, (2) tradisionalisme jawa, (3) islam, (4) sosialisme demokratis, serta (5) komunisme (Feith dan Castles 1988, LIV). Menurut Ir. Soekarno (1964)  terdapat tiga rumpun ideologi utama yang menaungi seluruh organisasi politik di Indonesia yaitu, nasionalisme, islam, dan marxisme. Klasifikasi pemikiran politik dalam tiga golongan tersebut dikoalisikan oleh partai – partai pro pemerintah yang disebut NASAKOM dibawah kepemimpinan demokrasi terpimpin. Namun pada saat pemilihan umum untuk pertama klainya di Indonesia yang diselenggarakan pada tahun 1955, terdapat empat partai besar yang menjulang tinggi di atas partai lainnya, yaitu PNI, partai reformis islam yaitu Masyumi, partai islam tradisional yaitu Nahdlatul Ulama, serta terakhir partai komunis yaitu PKI. Dimana keempat partai ideologis tersebut sangat menonjol dan telah mengakibatkan banyak orang berpikiran bahwa arena ideologi Indonesia terbagi ke dalam empat partai tersebut.
            Berdasarkan pemikiran Feith, bahwa dengan pembagian empat partai menjadi pembagian arena politik Indonesia tidaklah lengkap sehingga ia lebih kepada lima pembagian peimikiran politik Indonesia. Karena menurutnya, dua dari empat partai yang telah disebutkan sebelumnya dipengaruhi oleh lebih dari satu aliran politik, contonya saja Nahdlatul ulama yang tidak memperkembangkan konsep – konsep yang berhubungan dengan politik modern sehingga para pemimpin partai ini cenderung mengandung aliran Masyumi. Akhirnya terdapat dua aliran lainnya yang juga penting, yaitu tradisionalisme jawa dan sosialisme demokratis, yang tidak secara khas terdapat di dalam salah satu keempat partai utama tersebut (Feith dan Castles 1988, LV). Aliran tradisionalisme jawa lebih dianggap sebagai pemikiran politik sendiri serta pemikiran yang kontroversi. Namun, ide – ide dari aliran tradisionalisme jawa ini jelas ada dan memiliki pengaruh yang besar. PKI adalah golongan komunis di Indonesia dimana mengambil konsep – konsep pemikiran barat. Kemudian PSI yang mewakili pemikiran sosialis demokratis di Indonesia sama moderennya dengan PKI yang mengambil pemikiran orang – orang barat, tetapi kurang mempengaruhi kalangan massa. Aliran nasionalisme radikal yang secara organisatoris diwakili oleh PNI, dimana partai tersebut menempati bagian terbesar dari wilayah tengah arena politik Indonesia. Konsep nasionalisme sebagai faktor persatuan yang dijunjung tinggi dan yang dapat mempersatukan rakyat telah dimiliki oleh kaum nasionalisme radikal semenjak tulisan Soekarno pada tahun 1926 mengenai “nasionalisme, islam, dan marxisme.
            Pemikiran politik dalam periode ini bersifat moralis, bercirikan kecenderungan untuk melihat masyarakat sebagai tidak berbeda – beda, dan pemikiran ini bersifat optimis (Feith dan Castles 1988, LX). Dikatakan bersifat moralis, menunjukkan fakta banhwa kebanyakan pemikir politik cenderung berpendapat bahwa tidak ada aspek politik yang termasuk daerah netral. Selain itu, politik jarang dianggap sebagai suatu bidang di  mana terdapat banyak paradoks dan ironi. Sebagai contoh gejala, bahwa politik yangbersifat otonom sering muncul sebelum manusia sempat mengembangkan suatu model budaya khas sebagai pegangan untuk memahami politik ini. Lalu pemikir politik Indonesia cenderung melihat masyarakatnya tidak terbagi dalam golongan yang memiliki kepentingan – kepentingannya sendiri. Namun hanya terdapat pembagian yang bersifat saling  mengisi antara para pemimpin dengan rakyat. Terakhir mengenai pemikiran politik Indonesia yang cenderung bersifat optimis. Seperti salah satu bentuk optimis yang dilihat dari voluntarisme yang dianggap bahwa segala sesuatu akan tercapai jika dihadapi dngan pikiran yang jernih, mempunyai itikad baik, serta sadar akan adanya solidaritas persaudaraan. Anggapan – anggapan tersebut sering dituangkan ke dalam keyakinan bahwa masalah – masalah Indonesia akan terpecahkan dengan mudah.Indonesia

Herbert Feith menyatakan bahwa berawal dua sumber utama pemikiran politik di Indoensia kemudian menghasilkan lima aliran politik. Kelima aliran politik itu antara lain:
1.      Komunisme yang mengambil konsep-konsep langsung maupun tidak langsung dari Barat, walaupun mereka seringkali menggunakan ideom politik dan mendapat dukungan kuat dari kalangan abangan tradisional. Komunisme mengambil bentuk utama sebagai kekuatan politik dalm Partai Komunis Indonesia.
2.       Sosialisme Demokrat yang juga mengambil inspirasi dari pemikiran barat. Aliran ini muncul dalam Partai Sosialis Indonesia.
3.      Islam, yang terbagi menjadi dua varian: kelompok Islam Reformis (dalam bahasa Feith)- atau Modernis dalam istilah yang digunakan secara umum- yang berpusat pada Partai Masjumi, serta kelompok Islam konservatif –atau sering disebut tradisionalis- yang berpusat pada Nadhatul Ulama.
4.      Nasionalisme Radikal, aliran yang muncul sebagai respon terhadap kolonialisme dan berpusat pada Partai nasionalis Indonesia (PNI).
5.      Tradisionalisme Jawa, penganut tradisi-tradisi Jawa. Pemunculan aliran ini agak kontroversial karena aliran ini tidak muncul sebagai kekuatan politik formal yang kongkret, melainkan sangat mempengaruhi cara pandang aktor-aktor politik dalam Partai Indonesia Raya (PIR), kelompok-kelompok Teosufis (kebatinan) dan sangat berpengaruh dalam birokrasi pemerintahan (pamong Praja).
Kelima aliran itu muncul dalam diagram pemikiran politik antara tahun 1945-1965 yang dibuat oleh Herbert Feith:
http://benangmerah1.files.wordpress.com/2011/02/5pemikiranpolitikina.jpg?w=541&h=365 














            Kesimpulannya, pemikir politik Indonesia merupakan hasil kreativitas para pemikir itu sendiri dimana usaha mereka mempertahankan pemikiran dengan perspektif para pendahulu mereka. Kemudian aspek – aspek penting dari pemikiran politik Indonesia harus didekati melalui pendekatan sejarah, budaya, serta sosiologis kontemporer Indonesia.
 Pemikiran ideologis utama yang berkembang di Indonesia tidak lepas dari campur tangan para kaum cendekiawan yang sedikit banyak juga pemikiran-pemikiran mereka mendapat pengaruh dari unsur barat. Berbagai ideologi tersebut merupakan cara untuk menemukan jalan terbaik bagi kelangsungan Indonesia setelah Indonesia berhasil meraih kemerdekaan.

REFERENSI
  • Feith, Herbert dan L. Castles, ed. 1988. Pengantar, dalam Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965. Jakarta: LP3ES, pp. xil-lxvii.
  • Ir. Soekarno. 1964. Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, dalam Dibawah Bendera Revolusi. Jakarta: Departemen Penerangan, pp1-23
  • http://devi-anggraini-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-76153-STUDI%20STRATEGIS%20INDONESIA%20I-ALIRAN%20PEMIKIRAN%20POLITIK%20INDONESIA.html